kandang domba tempat yesus lahir

PFKasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai kamu. Jemaat. dan menyertaimu juga . Jemaat Menyanyi: O YESUS KRISTUS, T'RANG BAKA (KJ 140) Kantoria 1. O Yesus Kristus, T'rang baka, dunia gelap sinarilah; Tuntun yang susah dan lesu masuk ke kandang domba-Mu. Semua 2. Kandangdomba istanaNya: bahkan takhtaNya palungan hewan; kandang domba istanaNya: Ia pilih tempat yang rendah! 4. Lahir Kristus di dunia! Bunyi-bunyian menyambut Dia. Lahir Kristus di dunia! Puji Tuhan, Haleluya! Yesus, Anak lemah lembut, Raja segala tempat dan zaman; Yesus, Anak lemah lembut, Dikau kami sembah sujud. KJ. 126 TIAP TAHUN KEMBALI 1. Pestayang identik dengan kemeriahan, gemerlap lampu-lampu, pentas seni bagaimana mungkin di sejajarkan dengan kandang domba yang identik dengan bau, sempit, jorok. Namun begitulah kelahiran Yesus adalah sebuah kontroversi. Yesus yang adalah Allah yang begitu Mahamulia harus lahir sebagai manusia dengan segala keterbatasannya. Alkitabmenceritakan kelahiran Yesus di kandang domba. Kandang domba bukanlah suatu tempat yang layak untuk proses kelahiran. Namun, saat itu Yusuf dan Maria tidak menemukan tempat lainnya. Kesederhanaan proses kelahiran Yesus itu sangat berlawanan dengan pesta-pesta perayaan Natal yang diadakan saat ini. Saat ini, perayaan kelahiran Yesus LahirnyaYesus ke dunia memiliki arti tersirat, salah satunnya adalah kesederhanaan. Sebuah fakta yang harus kita sadari adalah Yesus lahir di kandang domba. Mesias dan Raja Dunia yang dijanjikan Allah Bapa justru tidak lahir di istana atau rumah mewah. Yesus menunjukkan kesederhanaan-Nya kepada manusia. Weight Watchers Von Online Zu Treffen Wechseln. — Benarkah Yesus lahir di Bethlehem dan di dalam kandang domba? Penulis dan pengkaji Alkitab, Reza Aslan, dalam bukunya, Zealot The Life and Times of Jesus of Nazareth, mengatakan tidak."Cerita bahwa Yesus lahir di Nazareth dan di sebuah kandang domba sendiri tidak pernah dimaksudkan sebagai catatan sejarah kelahiran Yesus. Cerita itu dimaksudkan sebagai argumen akan siapa Yesus saat itu," kata Aslan seperti dikutip Huffington Post, Sabtu 14/12/2013.Meski catatan sejarah dan artefak-artefak terkait kelahiran Yesus sangat minim, Aslan mencoba melihat praktik budaya dan agama pada masa Yesus lahir sehingga asumsi tentang cerita kelahiran Yesus bisa disusun."Jika Alkitab benar bahwa Yesus berasal dari desa bernama Nazareth dan berasal dari keluarga tekton, artinya adalah Dia berasal dari kalangan yang paling miskin di antara yang miskin," kata Aslan."Kata tekton sebenarnya adalah istilah yang berarti sebuah pelecehan di antara orang-orang Roma yang kadang menggunakannya sebagai bahasa slang untuk kalangan petani yang buta huruf dan buruh kasar," kuno adalah sebuah desa kecil yang mungkin hanya terdiri dari 100 keluarga Yahudi atau kurang. Desa itu terletak di wilayah Galilea yang lebih rendah serta tempat yang tak penting sehingga tidak muncul dalam peta abad bukunya, walau menyadari bahwa berdasarkan keyakinan umat Kristiani Yesus lahir di Bethlehem, Aslan mengatakan bahwa Yesus sebenarnya lahir di Nazareth serta tumbuh besar di kota tersebut Markus dan Lukas yang menyatakan bahwa Yesus lahir di Bethlehem, menurut Aslan, hanyalah pernyataan akan kebenaran identitas Kristus, bukan catatan sejarah yang akurat. Lagi pula, Injil ditulis paling tidak 60 tahun setelah Yesus tempat Yesus lahir, Aslan mengatakan, "Dia lahir di rumah dengan keluarganya ada di sampingnya." Keluarganya terdiri dari paling tidak empat saudara laki-laki dan saudara perempuan yang tidak diketahui jumlahnya. Tetangga-tetangga Yesus mungkin juga menemani."Yesus disunat pada hari ke-8 setelah lahir, tetapi tidak di Sinagoga yang berjarak tiga hari perjalanan," tuturnya. Orang Galilea tidak biasa pergi ke Sinagoga di Yudea karena jaraknya yang jauh. Sebuah kepastian bahwa Betlehem adalah tempat kelahiran Yesus. Ketika harus memilih jawaban, di mana Yesus dilahirkan a. di gua yang dingin, b. di kandang hewan, c. bukan a dan b, tidak ada yang memberi jawaban meyakinkan. Mungkinkah Yesus dilahirkan di gua yang dingin? Sepertinya tidak, karena tempat yang digambarkan ada unta, domba. Mungkinkan Yesus dilahirkan di kandang hewan? Sepertinya tidak masuk akal, karena binatang-binatang yang ada pasti terganggu bahkan bisa menyerang Maria dan Bayi Kudus. Tentang kelahiran Yesus, Lukas Penginjil, memberi kesaksian “Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan” Luk 26-7. Hanya Lukas yang memberitakan tentang palungan. Dalam Injil Matius dikatakan “Maka masuklah mereka para gembala ke dalam rumah itu …” Mat 211. Matius berbicara tentang rumah, bukan palungan. Penginjil Markus dan Yohanes sama sekali tidak memberitakan kelahiran Yesus. Ketika seluruh penduduk mengikuti cacah jiwa di kota masing-masing, tentu seluruh kota penuh sesak manusia, tak terkecuali Betlehem. Pasti banyak orang tidak bisa tertampung dalam penginapan yang ada, termasuk Yusuf dan Maria. Yusuf dan Maria tidak mendapat penginapan bukan karena miskin dan tidak bisa membayar, tetapi karena semua penginapan memang penuh sesak. Di setiap daerah, pada waktu itu, selalu ada rumah singgah untuk para musafir dan para pedagang. Mereka ini bergerak dari satu daerah ke daerah lain dengan unta, keledai untuk berdagang. Mereka selalu singgah di rumah yang disediakan untuk umum agar bisa beristirahat. Ketika mereka beristirahat, hewan pengangkut ditambatkan tidak jauh dari rumah singgah lengkap dengan palungan-palungan untuk tempat makan hewan-hewan tersebut. Yusuf dan Maria memanfaatkan rumah singgah ini untuk melahirkan Yesus. Tentu di situ banyak musafir, pedagang, dan orang-orang yang tidak mendapat penginapan. Ketika Yesus lahir, pasti ada yang menolong, bahkan ada yang mengambilkan palungan untuk ditaruh di dalam rumah singgah supaya Bayi Suci bisa dibaringkan. Tentang palungan ini, Yesaya menulis “Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya” Yes 13. Bayi Suci, Yesus Kristus, dilahirkan di rumah singgah bagi para musafir dan pedagang. Gua Natal seperti bentuknya sekarang, digagas oleh Santo Fransiskus Asisi tahun 1223. Ada kandang hewan, ada lembu, unta dan domba. St. Fransiskus sangat dekat dengan binatang, bahkan dia mampu berbicara dengan binatang-binatang. MS Related Post navigation TAHUKAH adik siapa bayi yang kecil ini? Bayi ini ialah Yesus. Dia baru sahaja dilahirkan di dalam sebuah kandang. Kandang ialah tempat tinggal binatang-binatang. Maria sedang meletakkan Yesus ke dalam sebuah palung. Palung ialah kotak untuk meletakkan makanan bagi keldai dan binatang-binatang lain. Tetapi, mengapakah Yusuf dan Maria berada di sini? Adakah tempat ini sesuai bagi seorang wanita untuk melahirkan seorang anak? Tidak. Tetapi, mereka berada di sini kerana pemerintah Roma yang bernama Kaisar Agustus telah membuat satu undang-undang yang menyatakan bahawa semua orang harus pulang ke tempat lahir masing-masing untuk mendaftarkan diri. Yusuf telah dilahirkan di Betlehem. Tetapi, apabila dia dan Maria sampai di Betlehem, mereka tidak ada tempat untuk bermalam. Itulah sebabnya mereka terpaksa bermalam di dalam kandang dengan binatang-binatang. Pada hari itu juga, Maria telah melahirkan Yesus! Walau bagaimanapun seperti yang adik boleh lihat di dalam gambar, Yesus dilahirkan dengan selamat. Bolehkah adik nampak gembala-gembala yang datang untuk mengunjungi Yesus? Pada malam itu, apabila mereka menjaga biri-biri di padang, suatu cahaya yang terang bersinar di sekeliling mereka. Tiba-tiba, malaikat Tuhan muncul! Mereka berasa sangat takut. Tetapi malaikat itu berkata, “Janganlah takut. Aku membawa berita baik untuk kamu. Hari ini, Kristus, Tuan kita telah dilahirkan di Betlehem. Dia akan menyelamatkan orang di bumi! Kamu akan menjumpai seorang bayi yang dibalut dengan kain yang berbaring di dalam sebuah palung.” Selepas itu, banyak malaikat datang dan bermula memuji Tuhan. Dengan serta-merta, gembala-gembala itu bergegas untuk mencari Yesus, dan mereka berjaya menjumpainya! Tahukah adik mengapa Yesus seorang manusia yang begitu istimewa? Sebenarnya, siapakah Yesus? Jika adik masih ingat, kita telah belajar tentang Anak Tuhan yang sulung dalam cerita yang pertama di dalam buku ini. Dia telah bekerja bersama-sama Yehuwa untuk menciptakan langit, bumi, dan semua benda yang lain. Anak sulung ini ialah Yesus! Yehuwa memindahkan nyawa Anak-Nya dari syurga ke dalam rahim Maria. Bayi ini mula membesar di dalam rahim Maria sepertimana bayi lain membesar di dalam rahim ibu mereka. Tetapi, bayi ini ialah Anak Tuhan. Akhirnya, Yesus dilahirkan di dalam kandang ini di Betlehem. Sekarang, bolehkah adik faham mengapa malaikat-malaikat sangat gembira memberitahu orang lain tentang kelahiran Yesus? Lukas 26-20 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahir- kan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. - Lukas 26-7 Peristiwa kelahiran Tuhan Yesus menjadi peristiwa sangat penting di dunia. Kelahiran Yesus sudah dinubuatkan oleh para nabi. Pemeran utamanya, Yusuf dan Maria, dikunjungi oleh para malaikat secara khusus. Para perintis kehadiran Kristus ke dalam dunia juga sudah direncanakan sedemikian matang. Belum lagi sang bintang fajar yang menuntun orang majus datang untuk memberikan persembahan. Hanya saja, satu pertanyaan yang tidak habis dipikir jawabannya dan perlu dipahami oleh kita semua mengapa Tuhan Yesus lahir harus di kandang domba? Walaupun tidak dicatat secara persis di kandang domba tetapi Alkitab menuliskan Yesus dibaringkan di palungan dan tidak ada tempat di penginapan. Ini berarti merujuk pada kenyataan bahwa bayi Yesus lahir di kandang domba. Karena Kristus hadir untuk semua orang di dunia. Itulah jawaban atas pertanyaan di atas. Bayi Yesus hadir di kandang domba dan dibaringkan di palungan karena ada rencana matang dari Allah Bapa di Sorga. Bukan karena Allah tidak mampu menyediakan tempat di penginapan, tetapi karena kandang domba menjadi tempat yang terbuka bagi semua orang. Karena di kandang dombalah para gembala bisa menyaksikan Sang Juruselamat hadir ke dalam dunia dan bersukacita karenanya. Karena lahir di kandang dombalah, Tuhan Yesus membuka diri-Nya bagi segala golongan orang yang membutuhkan. Tanpa adanya protokol atau batasan-batasan apa pun, semua orang bisa datang kepada-Nya. Yang buta, yang lumpuh, yang hina, dan yang paling utama, semua manusia yang berdosa bisa datang menghampiri dan menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Saudara-saudaraku yang terkasih, kita harus bersyukur bahwa kehadiran Yesus di kandang domba membuka kesempatan bagi kita semua untuk datang kepada-Nya. Dia datang bagi kita semua yang membutuhkan Juruselamat untuk membebaskan kita dari ikatan belenggu dosa, memperoleh kelepasan dari kesesakan pergumulan dunia ini, memberikan penghiburan tatkala kita jatuh dalam dukacita, dan memberikan tempat yang terbaik di sorga nan mulia. Sekarang, maukah kita juga menyediakan hati dan diri kita bagi Kristus? Refleksi diri Apakah Anda bersyukur atas kelahiran Yesus di dunia? Apa makna kehadiran-Nya bagi Anda? Sudahkah Anda menyediakan tempat di dalam hati bagi Yesus, Sang Juruselamat pribadi Anda? TAHUKAH kau siapa bayi yang mungil ini? Ya, itulah Yesus. Ia baru lahir dalam sebuah kandang. Kandang adalah tempat tinggal binatang. Maria merebahkan Yesus dalam palungan, yaitu tempat makanan bagi keledai dan binatang-binatang lain. Tapi mengapa Maria dan Yusuf tinggal bersama binatang-binatang itu? Itu bukan tempat bayi yang baru lahir, bukan? Memang, bukan. Tapi inilah sebabnya mengapa mereka sampai tinggal di sini Kaisar Agustus, penguasa Roma, membuat undang-undang bahwa semua orang harus pulang ke kota kelahirannya supaya namanya didaftarkan dalam buku. Ya, Yusuf dahulu lahir di Betlehem. Tapi ketika ia dan Maria tiba di sana, tidak ada lagi tempat penginapan bagi mereka. Jadi mereka terpaksa datang ke kandang binatang-binatang ini. Dan justru pada hari itu Maria melahirkan Yesus! Tapi seperti dapat kaulihat, Yesus baik-baik saja. Dapatkah kaulihat para gembala yang datang menemui Yesus? Tadinya mereka di padang rumput pada malam hari menjaga domba-domba, dan cahaya yang sangat terang bersinar sekeliling mereka. Itu tidak lain dari seorang malaikat! Gembala-gembala itu sangat ketakutan. Tapi malaikat itu berkata Jangan takut! Ada kabar baik untuk kalian. Hari ini, di Betlehem, Kristus Tuhan itu telah lahir. Ia akan menyelamatkan orang-orang! Kalian akan menemuinya dibungkus dengan lampin dan berbaring dalam palungan.’ Tiba-tiba banyak malaikat datang dan mulai memuji-muji Allah. Maka segera gembala-gembala ini pergi untuk melihat Yesus, dan sekarang mereka telah menemukannya. Tahukah kau mengapa Yesus begitu istimewa? Tahukah kau siapa ia sebenarnya? Ingat, dalam cerita pertama dari buku ini kau membaca tentang Putra Allah yang pertama. Putra ini bekerja bersama Yehuwa menjadikan langit dan bumi serta segala sesuatu yang lain. Ya, ia adalah Yesus! Ya, Yehuwa memindahkan kehidupan Putranya dari surga ke dalam kandungan Maria. Seketika itu juga seorang bayi mulai bertumbuh dalam kandungannya sama seperti bayi-bayi lain dalam kandungan ibu mereka. Tapi bayi ini adalah Putra Allah. Akhirnya Yesus lahir di sini dalam kandang di Betlehem. Dapatkah kau mengerti sekarang mengapa malaikat-malaikat itu begitu gembira memberitahu kepada manusia bahwa Yesus telah lahir?

kandang domba tempat yesus lahir